Oleh: Rahmat Achdar Di setiap sisi kehidupan manusia, tentunya kita pasti mendambakan kehidupan yang bahagia, baik itu secara Lahiriah maupun secara Batiniah. Itulah sebabnya mengapa kita selalu senantiasa memanjatkan do’a kepada Allah SWT sesuai dengan Firman-Nya: وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ "Dan di antara mereka ada yang berdoa, Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka." (QS. 2:201) Ayat tersebut melegitimasikan bahwa setiap manusia memang selalu menghajatkan kehidupan yang bahagia. Hanya kemudian persoalannya adalah, seringkali terjadi kesalahan persepsi terhadap makna kebahagiaan yang hakiki. Sebagian besar mengatakan bahwa kebahagiaan itu ditandai denga...
Menulislah agar engkau tak benar-benar mati.