Oleh : M. Nur Rahmat Achdar HT
Salam hangat untuk Bapak Rektor, apa kabar? Semoga selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Bapak Rektor, saya adalah salah seorang dari putra daerah yang letaknya tidak jauh dari daerah Bapak dilahirkan. Kini saya menimba ilmu di Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Alauddin Makassar yang notabenenya adalah Universitas yang tengah dimotori oleh Bapak.
Jika boleh bertutur Pak, sejumput haru disertai perasaan bangga dalam diri ketika saya berhasil mencatatkan nama dan bisa lulus di UIN Alauddin Makassar yang saat itu masih dinahkodai oleh Ayahanda Prof. Musafir Pababbari. Saya bangga membawakan nama almamater tersebut, saya bangga bisa lulus di Kampus Peradaban, dan tanpa ragu-ragu saya sering kali mengepalkan tapak langkah di mata banyak orang ketika saya tengah berada di kampus-kampus lain. Sekali lagi saya tekankan, saya bangga dengan almamater berwarna hijau ini (meskipun terkadang warna hijaunya berbeda-beda dengan warna hijau almamater mahasiswa UIN Alauddin Makassar lainnya).
Bapak Rektor budiman yang saya cintai, selama ini, saya lihat beberapa Rektor di kampus-kampus ternama khususnya di daerah Makassar bagaikan sultan misterius yang hanya bisa dijumpai wajahnya di media sosial, dan dengan penuh kepercayaan diri selalu menyombongkan wibawa jabatan yang ia punya, dan sama sekali tidak pernah turun gunung untuk melihat langsung bagaimana problamatika kampus yang nyatanya hari ini belum dapat terpecahkan.
Bapak Rektor, saya pikir menjadi pemimpin itu memang tidaklah mudah. Banyak hal yang mesti dikorbankan dan juga banyak hal yang harus dipikirkan secara matang. Lepas dari itu, seorang pemimpin sejati tentu mempunyai inisiatif tersendiri yang tendensinya cukup untuk mengentaskan segala kebobrokan dan menggantinya dengan suatu sifat kejernihan nilai moral sebagaimana eksistensi kampus yang sebenarnya.
Pemimpin bukanlah sekadar memakai pakaian jabatan untuk dapat dinilai hebat dan bergaris darah aristokrat oleh orang banyak, melainkan sebuah amunisi yang dikerahkan untuk membuat institusi yang dinahkodainya itu bisa sampai dikenal di mana-mana.
Bapak Rektor budiman yang saya cintai, tahukah bapak? Bahwasanya UIN Alauddin Makassar sedang berada di masa ingar-bingarnya. Mulai dari penerapan kebijakam sistem UKT BKT yang tidak merata, hingga problem kecil lainnya. Olehnya itu, harap jiwa kepemimpinan kesatria Bapak dapat diterapkan dengan baik. Hingga tak ayal, Kampus Peradaban ini tetap eksis dalam menciptakan manusia-manusia yang berintelektual dan mampu Melawan Takdir hingga mereka dapat menjemput masa depan yang gemilang.
Untuk semua perubahan yang menjadi iming-iming kami tentulah berada di bawah kebijakan Bapak Rektor. Maka dari itu, jadilah penyelamat bagi kami. Sebab mimpi kami, UIN Alauddin Makassar kelak akan menjadi sebuah rumah yang Sakinah.
Ucapan selamat atas periode barunya Bapak Rektor, ayahanda Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A Phd. Semoga dapat menjadi ayah yang berhati bersih nan suci bagi kami, hingga kepingan-kepingan harapan kami dapat terejawantahkan.
Salama'ki.

Komentar
Posting Komentar